OPPN 2019-11-21T04:26:04+00:00

OPPN
(ORGANISASI PELAJAR PONDOK NURUSSALAM)

Untuk menyalurkan kreativitas dan bakat santri di Pondok Pesantren Modern Nurussalam disediakan organisasi yang disebut OPPN(Orgnisasi Pelajar Pondok Nurussalam). Organisasi ini berfungsi untuk membantu pimpinan pondok dalam merealisasikan program-program yang direncanakan. Di samping itu juga berfungsi sebagai sarana dan wahana latihan bermasyarakat.

OPPN terdiri dari bagian-bagian yang pengurusnya dilantik oleh pimpinan Pondok Pesantren Modern Nurussalam dengan masa bakti satu tahun. Adapun bagian¬-bagian OPPN adalah sebagai berikut :

1. Bagian Sekretariat.

Bagian ini bertugas menginventarisasi berbagai macam kesekretariatan, seperti mencatat keluar  dan masuknya surat , melengkapi dan memelihara ATK (alat-alat tulis kantor ), mencatat berbagai macam program kerja OPPN,  mencatat kejadian-kejadian penting dan sebagainya. Selain itu bagian sekretariat juga mengadakan kursus administrasi, manajemen dan komputer.

2. Bagian Keuangan (Bendahara).

Meskipun uang bukan syarat mutlak untuk menjalankan organisasi di Pondok Pesantren Modern Nurussalam, namun keuangan harus diatur dan ditangani secara serius, mengingat masalah uang adalah masalah yang sangat sensitif. Adapun tugas bagian keuangan adalah mengatur lalu lintas keuangan di semua bagian OPN. Seperti mencatat keluar masuknya uang organisasi, memungut iuran organisasi tahunan, mengeluarkan anggaran biaya operasional organisasi, dan mendokumentasikan sirkulsi keuangan OPPN.

3. Bagian Keamanan.

Tugas utama bagian keamanan adalah membantu pengasuhan dan pimpinan Pondok Pesantren Modern Nurussalam dalam menjalankan disiplin, peraturan dan ketentuan-ketentuan Pondok Pesantren Modern Nurussalam. Bagian inilah yang bertanggung jawab untuk memelihara keamanan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan pondok pesantren. Selain itu bagian ini diberi wewenang menegur, mengingatkan dan memberi sanksi bagi santri-santri yang melanggar disiplin. Maksud dan tujuannya adalah agar santri menyadari bahwa perbuatannya salah dan tidak memberikan manfaat bahkan merugikan bagi semua pihak. Dengan demikian, para santri diharapkan senantiasa bersikap dan berbuat baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.